Akhlak Tasawuf – Pengertian, Hubungan, Perbedaan, Ruang Lingkup

Akhlak Tasawuf

Akhlak Tasawuf adalah salah satu khazanah intelektual yang ada di dalam islam dan keberadaannya masih dapat dirasakan hingga saat ini, akhlak tasawuf membantu umat islam untuk hidup dengan lebih baik dan selamat dunia serta akhirat.

Pengembangan akhlak tasawuf sendiri merupakan salah satu misi mulia dari Nabi Muhammad SAW. Akhlak tasawuf dari Nabi Muhammad yang prima merupakan salah satu faktor yang mendasari kesuksesan syiar dakwah kenabiannya.

Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya untuk mengerti dan memahami pengertian dari akhlak tasawuf secara mendalam beserta dengan faktor-faktor pendukung lainnya seperti yang dijelaskan di bawah ini.

 

Apa itu Akhlak?

Akhlak dapat diartikan sebagai tingkah laku dari seseorang yang didasari oleh rasa ingin untuk melakukan suatu hal baik. Akhlak sendiri berasal dari bahasa Arab yakni khuluk. Khuluk memiliki arti sebagai tingkah laku, perangai dan juga tabiat.

Seseorang dapat dikatakan memiliki akhlak baik jika perbuatan baik dari orang tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan dilakukan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Tidak dapat dikatakan seseorang berakhlak baik jika tingkah laku baiknya hanya pada saat-saat tertentu saja.

Akhlak haruslah sesuatu yang tidak dipaksakan dan timbul dengan sendirinya dari lubuk hati untuk melakukan suatu kebaikan. Melakukan tindakan kebaikan tidak melalui pemikiran panjang atau pertimbangan yang terlalu lama dalam mengambil keputusan sehingga terkesan ada unsur keterpaksaan di dalam tindakan orang tersebut.

 

Apa itu Tasawuf?

Tasawuf atau yang bisa juga disebut sebagai sufisme adalah sebuah ilmu untuk mendapatkan jalan dalam penyucian jiwa, penjernihan akhlak serta membangun lahir dan batin yang bertujuan untuk mendapatkan kebahagiaan abadi.

Tasawuf pada awal perkembangannya adalah salah satu aliran dalam islam yang bertujuan untuk menjauhi hal-hal yang bersifat duniawi. Pada akhirnya aliran ini menghasilkan sebuah aliran atau tradisi mistis dari islam. Awal kemunculan pemikiran sufi adalah di Timur Tengah dan sekarang tradisi sufi telah menyebar ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Aliran-aliran di dalam tasawuf atau sufi kerap dihubungkan dengan aliran islam seperti sunni, syiah dan banyak kombinasi dari tradisi Timur Tengah lainnya. Sufi sendiri merupakan sebuah konsep dalam agama islam yang menjelaskan secara rinci mengenai ketenangan batin dan dimensi mistik di dalam agama islam itu sendiri.

Meski begitu, banyak juga para pakar yang memiliki pendapat bahwa sufi bukanlah bagian dari islam melainkan sebuah sistem filosofi yang telah ada sebelum kehadiran agama islam itu sendiri namun berkembang sejalan dengan agama islam.

 

Persamaan Akhlak dan Tasawuf

Akhlak dan Tasawuf memiliki beberapa persamaan yang saling bersinggungan satu sama lain. Persamaan antara akhlak dan tasawuf antara lain sama-sama sejalan dengan firman Allah SWT yakni sama-sama mengajarkan untuk berbuat baik kepada seluruh umat manusia, menjaga lingkungan alam agar tetap lestari, saling menyayangi antar umat manusia dan tidak angkuh.

Manusia yang memiliki akhlak mulia tidak akan bersifat sombong karena kesombongan bukanlah ajaran yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Begitu pula dengan tasawuf atau sufi karena di dalam aliran sufi sudah tidak lagi memikirkan duniawi atau harta benda maka di dalam hidup para penganut sufi pun tidak ada rasa sombong dan tinggi hati.

 

Perbedaan Akhlak dan Tasawuf

Perbedaan dari akhlak dan tasawuf adalah pada pengertiannya itu sendiri. Akhlak dan tasawuf adalah dua hal yang berbeda dan tidak sama. Tasawuf adalah sebuah ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana manusia harus membersihkan hati dan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Para sufi haruslah menghindari hal-hal yang berbau kesenangan duniawi dan tidak boleh tergiur akan daya tarik duniawi yang menyesatkan.

Akhlak adalah sebuah hasil atau refleksi dari penerapan ilmu tasawuf yang diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan ilmu tasawuf di dalam kehidupan diharapkan manusia dapat berbuat lebih baik dan menghindari hal-hal negatif yang berseberangan dengan ajaran islam.

 

Akhlak Baik

Akhlak baik adalah segala hal yang mencerminkan hal-hal baik dari seseorang yang mencerminkan kebaikan islam di dalam setiap tindakannya. Adapaun akhlak baik meliputi hal-hal di bawah ini:

  1. Jujur

Jujur adalah akhlak baik pertama yang harus dimiliki dan diamalkan oleh semua umat islam. Kejujuran haruslah didorong oleh keinginan mulia dari dalam hati guna mendatangkan kedamaian hati dan tidak memberikan kerugian bagi diri sendiri ataupun orang lain.

  1. Berperilaku Baik

Akhlak baik yang berikutnya adalah setiap umat islam harus berperilaku baik dalam setiap tindakan, ucapan maupun perbuatan yang dilakukan.

  1. Malu

Malu disini memiliki arti bahwa seseorang harus memiliki budaya malu. Malu untuk berbohong, malu mencuri dan malu untuk melakukan hal-hal buruk karena semua hal buruk itu akan dilihat oleh Allah SWT dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

  1. Rendah Hati

Seorang umat islam haruslah memiliki kerendahan hati di setiap langkahnya. Tidak boleh ada perasaan tinggi hati di dalam hatinya karena tinggi hati adalah sumber dari segala penyakit hati.

  1. Murah Hati

Seorang muslim haruslah murah hati dan rela untuk mengorbankan apa yang menjadi miliknya demi kemaslahatan orang banyak.

  1. Sabar

Akhlak baik berikutnya adalah sabar. Seorang muslim haruslah menunjukkan sikap sabar kepada semua hal yang terjadi padanya. Sabar untuk menghadapi orang lain, sabar dalam menghadapi cobaan dan sabar dalam setiap tindakannya seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

 

Akhlak Buruk

Akhlak buruk adalah segala amalan akhlak yang tidak disukai oleh Allah SWT dan harus dihindari serta dijauhi oleh umat manusia. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Mencuri/Mengambil yang Bukan Haknya

Mencuri adalah salah satu akhlak buruk yang paling dibenci oleh Allah SWT karena mencuri menandakan bahwa seseorang tidak mensyukuri apa yang telah dimilikinya.

  1. Iri Hati

Iri hati adalah salah satu penyakit hati yang harus dihindari oleh semua orang. Memelihara iri hati berarti mengamalkan akhlak buruk di dalam kehidupan.

  1. Membicarakan Keburukan Orang Lain

Hal ini adalah salah satu akhlak buruk yang harus dihindari. Lebih baik gunakan waktu luang untuk melakukan kegiatan yang baik daripada digunakan untuk membicarakan keburukan dari orang lain.

  1. Membunuh

Membunuh adalah tindakan akhlak buruk yang sangat merugikan orang lain. Pada dasarnya semua nyawa makhluk hidup adalah miliki Allah SWT dan manusia tidak memiliki hak untuk mengakhiri hidup orang lain.

  1. Segala Bentuk Tindakan Tercela yang Merugikan Orang Lain

Hindari hal-hal buruk yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri karena dengan begitu akhlak buruk sudah dapat dihindari. Biasakan untuk selalu mawas diri dalam setiap tindakan yang akan diambil.

 

Pentingnya Akhlak Tasawuf dalam kehidupan

Akhlak dan tasawuf adalah dua hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh semua manusia. Pada dasarnya akhlaklah yang akan menuntun manusia ke dalam jalan hidup yang lebih baik. Dan akhlak baik bisa didapatkan dari amalan ilmu tasawuf yang diamalkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kedua hal ini adalah dua hal yang saling memiliki keterkaitan satu sama lain.

 

Demikianlah informasi mengenai Akhlak Tasawuf – Pengertian, Hubungan, Perbedaan, Ruang Lingkup; semoga informasi di atas bermanfaat.

loading...

Leave a Reply