Data Kuantitatif & Kualitatif – Pengertian, Perbedaan, Fungsi

Data Kuantitatif

Data kuantitatif secara sederhana dapat diartikan sebagai data yang di dalamnya berisi bilangan atau angka yang nilainya dapat berubah-ubah serta tidak stagnan, dalam kata lain nilainya bersifat variatif. Di dalam data kuantitatif terdapat 2 jenis bagian yang berbeda yakni cacahan dan ukuran.

Namun sebelum melangkah untuk mempelajari tentang data kuantitatif lebih lanjut, ada baiknya untuk mengetahui pengertian lengkap data kuantitatif dan elemen lainnya terlebih dahulu.

 

Apa itu Data Kuantitatif?

Data kuantitatif secara lengkap diartikan sebagai data atau informasi yang isinya berupa angkat atau bilangan yang memiliki sifat bervariatif pada nilainya. Data kuantitatif diperlukan untuk melakukan penelitian dan mengambil kesimpulan atas hasil penelitian tersebut. Nilai dari data yang sedang diteliti dapat berubah-ubah sesuai dengan sifatnya yang bervariatif. Proses untuk melakukan pendataan guna mendapatkan data kuantitatif tidak memerlukan waktu yang lama dan cukup mudah untuk dikerjakan.

Data kuantitatif sendiri kaitannya sangat erat dalam proses penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif sendiri adalah penelitian ilmiah dengan sistem yang sistematis dan tujuannya adalah untuk mengembangkan nilai-nilai matematis terhadap suatu fenomena yang terjadi di dunia. Penelitian kuantitatif biasa digunakan dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti ilmu alam dan ilmu sosial.

Penelitian kuantitatif sangat diperlukan dalam berbagai aspek dalam pendidikan karena dengan mempelajarai penelitian kuantitatif seseorang bisa menjadi lebih paham akan data yang sedang diteliti.

 

Perbedaan Data Kuantitatif dan Data Kualitatif

Data kuantitatif dan data kualitatif adalah dua jenis data yang sangat diperlukan dalam melakukan suatu penelitian. Namun dua data ini adalah sesuatu yang sangat berbeda. Data kuantitatif dan data kualitatif memiliki banyak sekali perbedaan seperti yang tertera di bawah ini:

1. Jenis Datanya

Dari metode kuantitatif dan kualitatif jelas akan menghasilkan jenis data yang berbeda. Metode kuantitatif akan menghasilkan data kuantitatif, isinya berupa data yang bersifat numerik dan bisa dihitung.

Sedangkan metode kualitatif akan menghasilkan data kualitatif, isinya berupa data yang lebih menekankan pada ciri, sifat atau mutu dari obyek yang tengah diteliti. Data kualitatif sendiri bersifat non numerik dan lebih menekankan pada kata deskriptif seperti tampan, berpendidikan, indah, bagus dan lain sebagainya.

2. Tujuannya

Tujuan dari penggunaan data kuantitatif dan kualitatif sangat berbeda. Data kualitatif digunakan untuk menafsirkan sesuatu yang terjadi terhadap fenomena sosial yang tengah terjadi. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian kualitatif adalah multi metodologi sehingga tidak ada metode khusus yang bisa digunakan melainkan banyak variasi metode yang dapat digunakan.

Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji suatu teori, menyajikan fakta dan data statistik dari suatu fenomena sosial yang tengah terjadi. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian kuantitatif adalah metode matematis.

3. Orientasi Penelitian

Orientasi penelitian adalah fokus dari dilakukannya penelitian tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif lebih berorientasi pada proses penelitian yang sedang dilakukan. Penelitian menggunakna metode kuantitatif lebih berfokus pada data atau hasil dari penelitian tersebut.

4. Obyek yang Diteliti

Dari obyek yang diteliti pun metode kuantitatif dan kualitatif sangat berbeda. Metode kuantitatif bisa meneliti lebih dari satu obyek dan metode kualitatif lebih berfokus pada sebuah obyek penelitian saja. Hal ini berkaitan dengan metode dan tujuan penelitian itu sendiri.

5. Proses Penelitian

Proses penelitian dari dua metode ini sangat berbeda. Data kualitatif didapat dari proses penelitian induktif. Data kuantitatif didapat dari proses penelitian deduktif – induktif. Hal ini berkaitan dengan hasil yang ingin didapatkan dari penelitian tersebut.

6. Instrumen Penelitian

Untuk mendapatkan data kuantitatif maka instrumen yang diperlukan untuk melakukan penelitian adalah angket dan juga kuesioner. Untuk mendapatkan data kualitatif maka instrumen yang diperlukan adalah si peneliti itu sendiri. Hal ini berarti untuk mendapatkan data kualitatif maka peneliti tersebut harus langsung terjun untuk melakukan penelitian.

 

Penggunaan Data Kuantitatif & Kualitatif

Data Kuantitatif diperlukan apabila:

  1. Masalah yang akan dijadikan titik penelitian sudah tergambar jelas.
  2. Jika si peneliti ingin mendapatkan informasi yang lebih beragam dan luas dari suatu obyek penelitian.
  3. Jika si peneliti memiliki tujuan untuk menguji hipotesis dari suatu penelitian.
  4. Jika si peneliti ingin mendapatkan data yang lebih akurat dari fenomena yang tengah diamati.
  5. Bila terdapat keraguan terhadap suatu hasil penelitian, maka penelitian lanjutan dengan metode kuantitatif dapat dilakukan.

Data Kualitatif diperlukan apabila:

  1. Jika titik masalah dari obyek yang akan diteliti belum terlalu jelas.
  2. Untuk lebih memahami makna dari data yang didapat melalui penelitian kuantitatif.
  3. Agar lebih memahami interaksi sosial obyek yang tengah diteliti.
  4. Untuk mengembangkan teori menjadi lebih baik.
  5. Bertujuan untuk memastikan kebenaran dari suatu data yang telah diperoleh.

 

Pentingkah Data Kuantitatif?

Data kuantitatif sangatlah penting untuk menunjang hasil penelitian menjadi lebih valid dan faktual. Hal ini dikarenakan data kuantitatif didapatkan melalui angket dan kuesioner yang dianggap bisa mewakili sebagian besar opini dari obyek yang tengah diteliti.

Data kuantitatif juga bisa digunakan sebagai alat untuk memperkuat opini dan fakta atas obyek yang tengah dijadikan bahan penelitian. Dengan kata lain data kuantitatif sangat diperlukan untuk menunjang dan memperkuat validitas dari suatu hasil penelitian.

 

Fungsi Data Kuantitatif

1. Untuk Mendapatkan Data yang Sangat Akurat

Fungsi data kuantitatif yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan adalah untuk mendapatkan suatu data yang akurat sebagai hasil dari penelitian. Penelitian dapat dilakukan dengan berbagai cara dan salah satu cara yang termudah untuk mendapatkan hasil yang akurat adalah menggunakan metode kuantitatif.

Setelah hasil dari angket dan kuesioner di dapatkan maka data kuantitatif sudah bisa ditentukan. Kumpulkan data tersebut di dalam sebuah tabel untuk memperjelas hasil dari penelitian tersebut. Setelah bisa diambil kesimpulan maka laporan hasil penelitian sudah bisa mulai disusun.

2. Untuk Menyelesaikan Suatu Penelitian

Fungsi utama dari data kuantitatif sendiri adalah untuk menyelesaikan suatu penelitian. Penelitian dapat dilakukan dengan dua metode yakni metode kuantitatif dan kualitatif.

Jika titik permasalahan yang akan diteliti sudah jelas maka metode kuantitatif adalah pilihan yang tepat untuk menyelesaikan penelitian tersebut dengan hasil yang faktual dan valid.

3. Untuk Menyelesaikan Tugas

Fungsi dari data kuantitatif yang berikutnya adalah untuk membantu menyelesaikan tugas. Biasanya tugas kuliah membutuhkan data kuantitatif agar bisa didapatkan hasil yang valid. Penggunaan penelitian dengan metode kuantitatif sangat membantu untuk menyelesaikan tugas kuliah yang tengah dikerjakan.

 

Data kuantitatif sangatlah diperlukan untuk menarik kesimpulan dengan menggunakan data-data dan angka-angka yang didapatkan dari hasil penelitian. Penggunaan data kuantitatif yang disertai dengan data kualitatif akan memberikan hasil penelitian yang lebih kuat dan valid. Gunakan kedua data ini agar hasil penelitian menjadi lebih baik.

Demikianlah informasi mengenai Data Kuantitatif & Kualitatif – Pengertian, Perbedaan, Fungsi. Semoga bermanfaat!

loading...

Leave a Reply