Sejarah dan Biografi Pahlawan Tuanku Imam Bonjol

Kemerdekaan Indonesia merupakan buah hasil perjuangan keras yang tak kenal lelah oleh para pahlawan Indonesia.

Pemerintah berusaha membalas jasa perjuangan para pahlawan ini dengan berbagai cara, seperti pemberian gelar pahlawan, bintang kehormatan, nama jalan, bangunan penting, dan pelabuhan udara.

Beberapa tokoh pahlawan sudah mendapat penghargaan melalui pemuatan nama atau foto mereka.

Kali ini kita akan membahas salah satu tokoh pahlawan yang telah memberikan pengorbanan tulus, baik nyawa maupun materi, yang telah mengunggah masyarakat dan bangsa Indonesia untuk memberikan tempat yang paling terhormat baginya yaitu Imam Bonjol.

Sejarah dan Biodata Tuanku Imam Bonjol

Sejarah dan Biografi Pahlawan Tuanku Imam Bonjol

Gambar Tuanku Imam Bonjol via Wikipedia

Tuanku Imam Bonjol atau nama lainnya Peto Syarif dilahirkan di kampung Tanjung Bunga, Pasaman, Sumatera Barat pada tahun 1772. Ia terkenal sebagai tokoh yang gigih menentang kolonial Belanda dan juga melakukan penulusuran ajaran Islam yang banyak diselewengkan pada masa itu

Tuanku Imam Bonjol melakukan perlawanan pada Belanda dengan sangat gigih. Sehingga perlawanan ini sangat merepotkan Belanda, sampai-sampai Belanda melakukan perjanjian damai pada tahun 1824 di Masang, Sumatera Barat.

Namun demikian, Belanda sendiri mengingkari perjanjian yang telah disepakati. Mereka melakukan penyerangan Nagari Pandai Sikat. Belanda memanfaatkan pertentangan yang terjadi antara kaum Paderi (kalangan agama) dengan kaum Adat. Belanda sangat membantu kaum Adat karena mereka ingin menangkap Tuanku Imam Bonjol yang dianggap membahayakan.

Belanda mengirimkan pasukannya untuk menggempur pasukan kaum Paderi, bahkan Gubernur Jenderal Van den Bosch ikut memimpin serangan Imam Bonjol. Setelah panglima perang berganti tiga kali, dan menunggu hampir tiga tahun Belanda akhirnya berhasil menaklukkan Imam Bonjol pada 16 Agustus 1837.

Dengan melakukan upaya perdamaian berupa Maklumat Palakat Panjang, Belanda berusaha menjebak Imam Bonjol. Lewat kelicikan Belanda dapat menjebak Tuanku Imam Bonjol lewat perundingan terselubung. Akhirnya Tuanku Imam Bonjol tertangkap dan diasingkan ke Cianjur.

Kemudian dipindahkan ke Ambon, karena takut akan mempengaruhi kaum muslim di Jawa Barat. Hingga akhirnya Tuanku Imam Bonjol wafat di Manado, tempat perasingannya terakhir pada tanggal 6 November 1864.

Sikapnya yang tidak dikenal kompromi terhadap Belanda dan memegang teguh kemurnian ajaran Islam patutlah kita teladani. Sikap ini mampu membuat Belanda hampir putus asa. “Berdasarkan surat keputusan Presiden RI No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973 Pemerintah menetapkan Tuanku Imam Bonjol sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan”.

Nah, inilah sejarah singkat tentang sosok pahlawan kita yang berjuang tanpa mengenal lelah demi meraih kemerdekaan Bangsa Indonesia.

loading...

2 Comments

  1. Fian Nur Ani Latifah
  2. Fian Nur Ani Latifah

Leave a Reply