Pengertian Hadits Mutawatir – Contoh, Kumpulan, Syarat

Hadits Mutawatir

Di dalam islam, Al Quran adalah panduan utama bagi semua umat muslim dan hadits adalah segala sumber hukum islam tambahan yang sangat dibutuhkan oleh semua umat muslim.

Hadits sangat diperlukan agar semua umat muslim mendapatkan jalan yang terang dan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Hadits sendiri adalah segala perbuatan, perkataan, panduan, peraturan dan persetujuan yang mengambil sumber dari Nabi Muhammad serta menjadi landasan dalam menegakkan syariat islam.

Namun sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya untuk mengetahui apa itu hadits beserta dengan aspek-aspek penting lainnya.

 

Apa itu Hadits?

Hadits adalah sumber hukum di dalam islam selain Al Quran. Al Quran adalah sumber utama umat islam dan pedoman utama umat islam dalam segala aspek kehidupan.

Sedangkan hadits adalah sumber hukum kedua sebagai pendamping dan pelengkap Al Quran sebagai panduan bagi umat muslim. Hadits sendiri adalah segala perbuatan, perkataan, panduan, peraturan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang nantinya digunakan sebagai salah satu dasar hukum terkuat di dalam islam.

Banyak sekali para ulama yang menjadi ulama periwayat hadits. Namun dari sekian banyak ulama hanya beberapa ulama saja yang haditsnya biasa digunakan sebagai bahan acuan atau referensi oleh umat. Ulama tersebut antara lain Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Bukhari, Imam Abu Daud, Imam Nasa’i, Imam Ahmad, Imam Turmudzi dan juga Imam Ibnu Majah.

Hadits sendiri jenisnya banyak sekali, mereka dikelompokkan berdasarkan banyak sedikitnya perawi, berdasarkan ujung sanad, berdasarkan keutuhan rantai, berdasarkan jumlah penutur dan juga berdasar keaslian hadits. Berikut beberapa di antaranya:

Hadits Berdasar dari Sedikit atau Banyaknya Perawi

  1. Hadits Ahad
  2. Hadits Mutawatir
  3. Hadits Hasan
  4. Hadits Shahih
  5. Hadits Dha’if

Hadits Berdasar dari Macam Periwayatnya

Hadits yang Bersambung Sanadnya

  1. Hadits Marfu’

Hadits yang Terputus Sanadnya

  1. Hadits Mursal
  2. Hadits Mu’dhol
  3. Hadits Mu’allaq
  4. Hadits Mudallas

 

Apa itu Hadits Mutawatir?

Hadits Mutawatir secara bahasa diartikan sebagai sesuatu yang berkelanjutan atau berurutan. Mutawatir berarti sesuatu yang datang seacra beriringan dan tidak ada jarak di antara satu dan yang lainnya.

Secara terminologi, hadits mutawatir berarti hadits yang diriwayatkan oleh lebih dari satu rawi yang di antara mereka tidak ada kesepakatan untuk berbuat dusta dari awal hingga akhir sanad. Cara penyandaran para rawi ini adalah dengan panca indera.

Selain secara bahasa dan terminologi, hadits mutawatir juga dapat dijelaskan secara istilah. Hadits mutawatir secara istilah dapat diartikan sebagai hadits yang diriwayatkan banyak rawi di setiap tingkatan sanad yang ada. Berdasarkan akal dan kebiasaan para rawi tersebut, tidak mungkin jika mereka berbuat dusta dan di dalam tiap periwayatannya para rawi tersebut bersandar pada panca indera.

 

Syarat-Syarat Hadits Mutawatir

Hadits mutawatir yang sah haruslah memenuhi syarat-syarat seperti yang dijelaskan di bawah ini:

  1. Jumlah dari para perawi haruslah memenuhi jumlah yang menurut adat istiadat mustahil bagi mereka untuk berbuat dusta. Dan hal ini mengundang perdebatan di antara para ulama tentang jumlah rawi agar tidak berbuat dusta. Berikut sedikit penjelasan dari beberap ulama:
  • Ulama Abu Thayib mengutarakan bahwa sedikitnya harus ada 4 orang rawi yang menyusun sebuah hadits. Hal ini diqiyaskan sesuai jumlah saksi yang dibutuhkan oleh para hakim.
  • Ulama Ashabus Syafi’i mengutarakan bahwa sedikitnya harus ada 5 orang rawi. Hal ini diqiyaskan sesuai dengan jumlah para nabi yang diberi gelar ulul azmi.
  • Beberapa ulama ada yang mengharuskan jumlah rawi minimal 20 orang agar dapat menghindari tindakan dusta. Hal ini ditetapkan berdasar pada firman Allah SWT mengenai jumlah orang mukmin yang tahan terhadap ujian. 20 orang mukmin ini mampu mengalahkan 200 orang kafir. Beberapa ulama lain menetapkan jumlah dari rawi minimal adalah 40 orang.
  • Al Suyuthy dan juga Astikhary mengutarakan bahwa jumlah yang paling sesuai untuk perawi hadits mutawatir adalah 10 orang. 10 dipilih karena angka 10 adalah awal dari bilangan banyak. Pendapat ini yang biasa digunakan dan dijadikan acuan bagi para muhaddisin.
  1. Jumlah perawi haruslah seimbang, mulai dalam thabaqat pertama (tingkatan pertama) hingga thabaqat yang berikutnya haruslah seimbang. Hadits mutawatir dengan syarat-syarat seperti ini sangatlah sedikit jumlahnya. Hadits mutawatir yang memenuhi segala persyaratan ini sangat dianjurkan untuk dijadikan panutan atau panduan bagi semua umat muslim.
  2. Hadits yang disampaikan oleh para perawi ini haruslah hadits yang disusun berdasarkan daya tangkap panca indera para perawi. Hal ini berarti hadits yang disampaikan tersebut harus benar-benar berupa hasil pemikiran atau rangkuman atas peristiwa-peristiwa yang lain. Hal ini memiliki makna bahwa hadits ini bukanlah hadits yang disusun berdasarkan pendapat pribadi dari para pemberitanya melainkan sesuatu yang benar-benar terjadi. Hadits yang tidak sesuai dengan syart di atas tidak dapat dianggap sebagai hadits mutawatir yang sah meskipun jumlah perawinya banyak.

 

Pembagian Hadits Mutawatir

Berdasarkan penjelasan para ulama, hadits mutawatir dibagi menjadi 3 kelompok. Berikut penjelasannya:

  1. Hadits Mutawatir Lafzi

Hadits mutawatir lafzi memiliki pengertian sebagai suatu hadits yang diriwayatkan bunyi lafaznya oleh para rawi dari sejumlah perawi dan memiliki makna serta hukum yang sama. Menurut penjelasan Abu Bakar Al Bazzar, hadits mutawatir lafzi diriwayatkan oleh 40 orang dan diterima oleh 200 sahabat.

  1. Hadits Mutawatir Amali

Hadits mutawatir amali memiliki arti suatu hal baik yang mudah dapat diketahui bahwa itu berasal dari agama, dan hal itu telah mutawatir di tengah kaum muslim bahwa Nabi melakukan dan memerintahkan hal tersebut agar umat melakukan hal yang serupa dengan itu.

  1. Hadits Mutawatir Maknawi

Hadits mutawatir maknawi memiliki arti sebagai hadits yang dituliskan oleh para perawi dengan lafaz dan makna yang berbeda-beda namun memiliki satu kesimpulan yang sama. Disini terlihat jelas bahwa para perawi menuliskan hadits tersebut secara berbeda dengan lafaz dan makna yang berbeda pula namun masih dalam satu konteks yang bisa diambil benang merahnya. Kesamaan makna dan tujuan adalah inti dari hadits-hadits mutawatir ini.

 

Kehujjahan atau Faedah Hadits Mutawatir

Hadits mutawatir mewajibkan umat untuk menerimanya secara bulat-bulat. Hal ini dikarenakan di dalam hadits mutawatir terdapat kebenaran yang pasti bahwa hadits tersebut benar-benar memuat segala hal yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan oleh para perawi mutawatir.

Hal ini mengakibatkan pada tidak perlunya hadits mutawatir untuk diteliti ulang atau diperbaiki lagi karena jumlah dari para perawi yang telah mencapai batas minimum dan menjamin hadits tersebut bebas dari dusta. Setiap umat muslim haruslah meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa hadits mutawatir adalah salah satu sumber hukum islam yang sah.

 

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Hadits Mutawatir – Contoh, Kumpulan, Syarat dan aspek-aspek penting yang ada di dalamnya. Semoga informasi di atas bermanfaat!

loading...

One Response

  1. ahmad

Leave a Reply