Perkembangan Pendidikan Pada Zaman Kemerdekaan

Pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mewujudkan suatu pengetahuan secara turun menurun. Seperti kita ketahui, dunia pendidikan sangat penting karena dengan pendidikan kita dapat mempelajari, mengatahui segala sesuatu yang bersangkutan dengan pembelajaran dan atas bimbingan dari seorang guru. Pendidikan selalu berkembang seiring dengan zaman dan tekhnologi yang semakin canggih. Disini saya akan mengulas tentang perkembangan Pendidikan pada zaman Kemerdekaan.

Pada zaman kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan (PPK) dalam kabinet pertama RI. Ia menjabat selama kurang lebih tiga bulan sampai tanggal 14 November 1945. Kemudian diganti dengan Sjahrir II (tanggal 14 November 1945 – 12 Maret 1946) karena pergantian jabatan menteri PPK yang dipegang oleh Mr.T.S.Mulia. Setelah tanggal 12 Maret 1946 jabatan menteri PPK masih kosong. Akhirnya pada masa kabinet Sjahrir III, Menteri PPK dipegang oleh Mr. Suwandi sejak tanggal 2 Oktober 1947 – 26 Juni 1947.

Pendidikan Masa LaluPada masa Suwandi diadakan sebuah rapat di Yogyakarta yang diketuai oleh Ki Hajar Dewantara. Dalam rapat tersebut dibentuk suatu panitia yang bertujuan untuk meneliti dan merumuskan masalah-masalah pengajaran yang disebut dengan Penyidik Pengajaran RI guna untuk menciptakan susunan pengajaran baru dalam membina negara dan masyarakat baru. Penyidik ini terdiri dari 52 orang yang bertugas untuk meninjau pengajaran mulai dari tingkat kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Mr. Suwandi menyarankan dan merencanakan kepada setiap sekolah agar dapat menetapkan bahan-bahan pengajaran dan menimbang keperluan yang praktis dan tidak terlalu berat serta menyiapkan rencana pelajaran yang disertai dengan daftar keterangan yang langsung. Dengan adanya saran tersebut, Pemerintah menyusun struktur dan sistem pendidikan baru agar anak dapat di didik menjadi warga negara yang berguna dan berharap kelak memberikan pengetahuannya terjadap negara. Akhirnya dibentuk  menjadi empat struktur atau tingkatan dalam pendidikan yaitu Pendidikan Rendah 6 tahun, Pendidikan Menengah Pertama 3  hingga 6 tahun, Pendidikan Menengah Atas 3 hingga 6 tahun dan Pendidikan Tinggi 4 hingga 6 tahun.

Para pengajar pendidikan dasar harus memiliki ijazah sekolah rakyat atau pendidikan sekolah guru dua tahun. Selain itu disediakan kursus Pendidikan Guru Sekolah Lanjut Pertama setelah mengikuti pendidikan guru sekolah rendah. Mata pelajarannya meliputi Matematika, Ilmu Tubuh Manusia, Ilmu Kimia Sastra, Bahasa Indonesia, Inggris dan Jerman, tentang manfaat sejarah, Tata buku, Ekonomi serta Zoologi dan botani.

Pendidikan Masa LaluPendidikan semakin maju dan terus berkembang. Hal ini terbukti dengan adanya Pembangunan Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia pada bulan Agustus 1945 dengan fakultas kedokkteran, farmasi, Sastra dan hukum dipimpin oleh Prof. Dr. Sarwono Prawirodiharjo. Kemudian di dirikan sekolah tinggi teknik di Yogyakarta pada tanggal 17 Februari 1946. Pada tanggal 3 Maret 1946 diresmikannya Perguruan Tinggi Gajah Mada di Pagelaran Yogyakarta. Berdasarkan keputusan Kementrian PPK tanggal 3 september 1946 pendidikan dasar diadakan pengembangan sekolah pertama 3 tahun menjadi sekolah rakyat dan menambah kelas IV pada sekolah pertama. Setelah itu Panitia Penyelidik Pengajaran RI berusaha mengembangkan pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk memperkuat potensi dan kecerdasan masyarakat agar aktivitas pekerjaan dan keterampilan dapat berkembang seluas-luasnya.

Kementerian Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan dibawah Menteri Ki Hajar Dewantara yang sangat memperhatikan pendidikan olahraga. Seorang gerakan olahraga Dr. Abdurahman Saleh diberi tugas untuk membina keolahragaan. Pasukan Olahraga Republik Indonesia (PORI) kemudian dibentuk pula Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) yang dipimpin oleh sultan Hamengkubuwono IX. Pada bulan September 1948 berhasil diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional di kota Solo.

Jadi, perkembangan pendidikan PPK pada zaman kemerdekaan ada tiga periode yaitu yang pertama Ki Hajar Dewantara, Mr.T.S.Mulia dan Mr. Suwandi. Pada masa jabatan Mr. Suwandi diadakan perencanaan terhadap seluruh sekolah untuk menetapkan bahan pengajaran yang praktis dan tidak menyulitkan. Akhirnya rencana tersebut terlaksana dibantu oleh seluruh panitia penyidik pengajaran Ri. sehingga dibentuklah struktur pendidikan rendah 3 tahun, pendidikan menengah pertama 3-6 tahun, pendidikan menengah atas 4-6 tahun, dibangun Balai Perguruan Tinggi RI pada akhir Agustus 1945, dibangun Sekolah Teknik pada tanggal 17 Februari 1946 dan diresmikannya Perguruan Tinggi Gajah Mada pada tanggal 3 Maret 1946.

loading...

Leave a Reply