Kisah Sejarah Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib

Kisah Ali Bin Abi Thalib

Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin yang cerdas, disiplin dan tegas dalam mempertahankan kebenaran dan keadilan. Beliau lahir di Mekkah tahun 13 setelah Nabi Muhammad Saw lahir dan merupakan putra dari Abu Thalib. Ia menikah dengan Fatimah putri Rasullullah saw dan memiliki anak yang bernama Hasan dan Husain.

Ali bin Abi Thalib selalu setia kepada Rasulullah saw baik dalam ketaatan maupun saat kesusahan. Ia menyelamatkan Rasulullah saw pada saat akan hijrah ke Yastrib, dari upaya kaum Quraisy yang ingin membunuh Rasulullah saw. Menyelamatkannya dengan cara Ali bin Abi Thalib menggantikan posisi Rasulullah saw ketika tidur yang taruhannya adalah nyawa. Ia rela mati demi keselamatan Nabi saw.

Ali bin Abi Thalib berperan penting dalam peperangan, terbukti beliau tidak pernah meninggalkan perang saat terjadi. Seperti perang uhud, perang badar, perang tanding dan perang saudara yang disebabkan oleh perbedaan politik.

Selain itu pada masa kekhalifahan, beliau menerapkan sistem pemerintahan yanh efektif dan efisien, mengembalikan tanah milik negara dan harta Baitul Mal, daerah kekuasaan sudah semakin luas dari sungai Efrat, Trigis dan mencapai Indus (India) serta Ali membangun kota Kuffah yang dijadikan sebagai pusat Ilmu Nahwi, Tafsir, Hadist, dan ilmu pengetahuan lainnya.

Beliau diangkat ketika Usman bin Affan mundur sebagai khalifah karena fitah yang sangat keji oleh orang-orang munafik yang dimontori Abdullah bin Saba. Keadaan semakin kacau dan tidak ada seorang pemimpin disaat keadaan sangat terjepit. Akhirnya kaum Muslimin mengusulkan Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin.

Peralihan kepemimpinan ini menimbulkan perselisihan antara kaum Muslimin (para Gubernur dan Pejabat yang masih kerabat Usman bin Affan) dengan pihan dari Ali bin Abi Thalib. Hal ini dapat memicu perpecahan kaum Muslimin denagn konflik yang berkepanjangan karena ada sebagian kaum Muslimin yang tidak mengakui kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Khalifah Ali akhirnya dibunuh oleh Ibnu Muljam dari golongan Khawarij.

***

Jadi, Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin yang memiliki karakter cerdas, teguh dan selalu mempertahankan kebenaran serta rela berkorban.

Pada masa kepemimpinan beliau sangat banyak jasa-jasanya yaitu tidak pernah meninggalkan perang dan menjadi pemimpin pada saat perang saudara.

Pada masa kepemimpinannya, sebagian kaum Muslimin tidak mengakuinya akhirnya terjadi perselisihan antara pengikut Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Sehingga mengakibatkan Ali bin Abi Thalib terbunuh oleh Ibnu Muljam dari golongan Khawarin. Itulah sedikit kisah tentang Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib.

loading...

Leave a Reply